06.31
Edisi balas dendam Bag. 3
Setelah azan berkumandang aku, radie dan cmonk segera mengambil sarung
satu persatu dari lemari kosan berwarna ungu tua. tentu tidak setua
cmonk jika berpakaian rapi ditambah kopiah haji seperti photo yang
diupload di facebook beberapa waktu lalu.
Serempak kami mengenakan
sarung,kopiah, baju gamis, berpenampilan sealim mungkin layaknya aa gym
bergandengan dengan ustad maulana (lirik radie). ya... berlagak alim
karena bermaksud mendapat perhatian dari haji jaya muslim nurwahid al
munawaroh sirattal mustaqin (nama orang apa nama mesjid?...entahlah...)
beliau mempunyai anak gadis belia bernama wardatun rose ditaksir radie
semenjak 3 bulan yang silam.sudah 5 kali di tembak, 6 kali di tolak plus
2 kali digampar.
tapi semangat pantang menyerah radie berkobar karena darah itu merah jendral (ingatkan kata-kata DN Aidit dalam film G30S PKI yang gigi nya di zoom?)
"radie : eh...gw bawain oleh2 ye..buat anaknya pak haji ntu....(sambil menenteng buah-buahan).
"cmonk : iye dah...tp ga hasil nyolong kebon tetangga kan?
"radie : ya enggak laaah...ini gw beli kiwiiillll!!!...
"aku : ayooo cepetttt!! ntar keburu tarawih....
"radie : yaudah kalian duluan aja deh gw masih siap2 nih (sambil nyemprotin parfum ke segala penjuru)...
aku dan cmonk pun berangkat duluan karena takut terlambat sholat tarawih.
radie menyusul dibelakang dengan sendal jepit belang diikat tali
plastik berharap pulangnya bawa sendal kulit minimal yang bagusan dari
sendal yang dia pakai waktu itu.
karena seringnya banjir di gang turban, jalanan menuju mesjid becek dan digenangi air.
jika dilewati tentu sarung akan basah, radiepun mengangkat sarungnya keatas dan melilitkan di leher
(seperti orang baru sunat mau pipis kalau tersenggol ngilu2 gimana gitu(.
tapi kebiasaan jelek radie yang pakai sarung tanpa pengaman (daleman) menyebabkan bagian bawahnya terbuka tanpa penghalang.
sambil menenteng buah-buahan, tanpa sadar sarung yang dililitkan keleher tadi lupa menurunkannya.
sampailah disuatu persimpangan, dadit galau dan cocis sedang mangkal menunggu setoran.
"cocis : waw gede banget die....(seraya berteriak)
"radie : iyalah gede...(dengan bangga dikiranya cocis mengomentari buah-buahan yang dia bawa)
"cocis : apa tu yang bulet2?
"radie : ada yang panjang dan ada yang bulet juga...hehe....(senangnya radie bawaannya dipuji)
radie pun berlalu sampai di beranda mesjid wanita seisi mesjid berhamburan keluar semua. sampai ustad ketelan mic saat ceramah.
suatu pemandangan yang mencekam, menyeramkan, brutal dan anarkis.
buah-buahan di tangan jatuh terpental...dilihatnya kebawah ternyata sarung yang diangkat tadi belum diturunkan.
bersambung.......
(die postingin di blok ya) hehe.,..
- Sex itu Apa Sih ?
- Tuhan Hilang!!!??
- Minang Air Line ( Bahasa Minang )
- Masa Kecil Ku
- Cara Pembuatan Kondom
- Belanja Terlalu Awal
- Meleset!!!
- Burung Beta Tembus
- Monyet dan Pisang
- Kapan Nyusul?
- Dokternya gua Tipu
- Ga Pake BH
- lagi PROMO bro
- Mereka berdua anak saya
- Doa Naik Gaji
- Buku Horor ada ngak
- 3 cinta
- Perbedaan bahasa Indonesia dan Malaysia
- Udin
- Ketinggalan Pesawat
- Sifat Pedagang
- Tutup Toples
- Ayam dan Sapi
- Pria Singel Sejati
- Dua sahabat
- Merek HP dan Payudara
- Bau Kentut
- Nenek Jaman Sekarang
- Spesialis Kelamin
- Goyang2 dikit Pa!
- Kenapa kamu nggak nyari di Kulkas
- Nak cerite pun malas
- Gara2 E Coli
- Ngangetin Makan Malam Mas!
- Transled Judul Film Ke Versi Kita
- Mau Ngambil GigiLah!!!
- bocah vs hantu
- Nenek Emut Ampe Bersih
- --Tips menghadapi Banci --
- Perbedaan Ngupil Dan Making Love
- Hobi Lihat Pelangi Pak!
- Betinanya Beda2, Boleh Nggak?
- Gadis Matematika dan Logis
- Si Cadel Yang Gigih
- Kejutan Untuk Anjing Saya!
- Ame Rika!!!!
- Dokter!. Saya sekarat Dok!!!
- Untuk Teman Baikku!
- Jangan Boros!
- Aku Yang Bayar
- Awal Tengah Akhir Bulan
- Karya Seni WC
- Kisah serem!!!
- Dokter Gigi
